12 Agustus 2026
Ludianto
Dorong UMKM Naik Kelas,KKN Posko 13 Kenalkan QRIS dan Google Maps pada Pengrajin Tikar Lontar
SUMENEP OkaraNews KKN Posko 13 Tahun 2026 Universitas Wiraraja terus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Lembung Timur untuk memanfaatkan teknologi digital. Melalui program kerja UMKM Go Digital, mahasiswa membantu mengembangkan usaha kerajinan tikar berbahan daun lontar milik Ibu Hj. Fattum.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu (12/8/2026) di kediaman Ibu Hj. Fattum. Dalam kegiatan itu, mahasiswa KKN memberikan pendampingan berupa pembuatan banner usaha, QRIS, serta titik lokasi usaha melalui Google Maps.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya KKN Posko 13 Universitas Wiraraja untuk memperkenalkan pemanfaatan teknologi digital secara sederhana kepada pelaku UMKM di Desa Lembung Timur.
Usaha kerajinan tikar daun lontar milik Ibu Hj. Fattum dipilih karena memiliki potensi ekonomi sekaligus menjadi bagian dari keterampilan dan kearifan lokal masyarakat desa. Produk yang dibuat secara tradisional tersebut dinilai memiliki peluang untuk menjangkau konsumen yang lebih luas apabila didukung dengan akses dan identitas digital.
Salah satu bentuk dukungan yang diberikan adalah pembuatan banner usaha. Media tersebut berfungsi sebagai identitas sekaligus sarana informasi agar keberadaan usaha dan produk kerajinan lebih mudah dikenali masyarakat.
Mahasiswa KKN juga membantu menyediakan QRIS sebagai alternatif pembayaran digital. Penggunaan pembayaran nontunai diharapkan dapat memberikan kemudahan kepada konsumen sekaligus membantu pelaku usaha mulai beradaptasi dengan pola transaksi yang semakin berkembang.
Selain itu, titik lokasi usaha juga dibuat di Google Maps. Dengan tersedianya lokasi secara digital, masyarakat maupun calon konsumen dari luar Desa Lembung Timur dapat lebih mudah menemukan tempat usaha tersebut.
Tim FEB KKN Posko 13 Universitas Wiraraja menyebut digitalisasi UMKM tidak harus dilakukan melalui langkah yang rumit. Pemanfaatan teknologi dapat dimulai dari kebutuhan dasar yang langsung memberikan manfaat bagi pelaku usaha.
“Melalui UMKM Go Digital, kami ingin membantu pelaku usaha lokal agar produk yang sudah mereka miliki dapat lebih mudah dikenal dan dijangkau masyarakat. Digitalisasi tidak harus rumit; langkah sederhana seperti banner, QRIS, dan lokasi Google Maps sudah dapat menjadi awal untuk memperkenalkan usaha secara lebih luas,” ujar salah satu perwakilan Tim FEB KKN Posko 13 Tahun 2026 Universitas Wiraraja.
Menurut tim KKN,pemanfaatan teknologi tersebut bukan untuk menggantikan cara tradisional yang selama ini menjadi bagian dari usaha masyarakat. Sebaliknya, teknologi diharapkan menjadi jembatan agar produk lokal dapat memperoleh ruang promosi yang lebih luas.
Kerajinan tikar daun lontar milik Ibu Hj. Fattum menjadi salah satu contoh potensi lokal yang dapat dikembangkan dengan dukungan digitalisasi. Produk tradisional yang tetap mempertahankan keterampilan masyarakat tersebut kini memiliki identitas usaha, akses pembayaran digital, serta lokasi yang dapat ditemukan secara daring.
Melalui program UMKM Go Digital, KKN Posko 13 Universitas Wiraraja berharap pelaku UMKM di Desa Lembung Timur semakin terbiasa memanfaatkan teknologi untuk mendukung kegiatan usaha.
Langkah tersebut sekaligus diharapkan dapat membantu menjaga keberlanjutan kerajinan tradisional masyarakat, sembari membuka peluang agar produk lokal Desa Lembung Timur dikenal lebih luas di tengah perkembangan ekonomi digital
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu (12/8/2026) di kediaman Ibu Hj. Fattum. Dalam kegiatan itu, mahasiswa KKN memberikan pendampingan berupa pembuatan banner usaha, QRIS, serta titik lokasi usaha melalui Google Maps.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya KKN Posko 13 Universitas Wiraraja untuk memperkenalkan pemanfaatan teknologi digital secara sederhana kepada pelaku UMKM di Desa Lembung Timur.
Usaha kerajinan tikar daun lontar milik Ibu Hj. Fattum dipilih karena memiliki potensi ekonomi sekaligus menjadi bagian dari keterampilan dan kearifan lokal masyarakat desa. Produk yang dibuat secara tradisional tersebut dinilai memiliki peluang untuk menjangkau konsumen yang lebih luas apabila didukung dengan akses dan identitas digital.
Salah satu bentuk dukungan yang diberikan adalah pembuatan banner usaha. Media tersebut berfungsi sebagai identitas sekaligus sarana informasi agar keberadaan usaha dan produk kerajinan lebih mudah dikenali masyarakat.
Mahasiswa KKN juga membantu menyediakan QRIS sebagai alternatif pembayaran digital. Penggunaan pembayaran nontunai diharapkan dapat memberikan kemudahan kepada konsumen sekaligus membantu pelaku usaha mulai beradaptasi dengan pola transaksi yang semakin berkembang.
Selain itu, titik lokasi usaha juga dibuat di Google Maps. Dengan tersedianya lokasi secara digital, masyarakat maupun calon konsumen dari luar Desa Lembung Timur dapat lebih mudah menemukan tempat usaha tersebut.
Tim FEB KKN Posko 13 Universitas Wiraraja menyebut digitalisasi UMKM tidak harus dilakukan melalui langkah yang rumit. Pemanfaatan teknologi dapat dimulai dari kebutuhan dasar yang langsung memberikan manfaat bagi pelaku usaha.
“Melalui UMKM Go Digital, kami ingin membantu pelaku usaha lokal agar produk yang sudah mereka miliki dapat lebih mudah dikenal dan dijangkau masyarakat. Digitalisasi tidak harus rumit; langkah sederhana seperti banner, QRIS, dan lokasi Google Maps sudah dapat menjadi awal untuk memperkenalkan usaha secara lebih luas,” ujar salah satu perwakilan Tim FEB KKN Posko 13 Tahun 2026 Universitas Wiraraja.
Menurut tim KKN,pemanfaatan teknologi tersebut bukan untuk menggantikan cara tradisional yang selama ini menjadi bagian dari usaha masyarakat. Sebaliknya, teknologi diharapkan menjadi jembatan agar produk lokal dapat memperoleh ruang promosi yang lebih luas.
Kerajinan tikar daun lontar milik Ibu Hj. Fattum menjadi salah satu contoh potensi lokal yang dapat dikembangkan dengan dukungan digitalisasi. Produk tradisional yang tetap mempertahankan keterampilan masyarakat tersebut kini memiliki identitas usaha, akses pembayaran digital, serta lokasi yang dapat ditemukan secara daring.
Melalui program UMKM Go Digital, KKN Posko 13 Universitas Wiraraja berharap pelaku UMKM di Desa Lembung Timur semakin terbiasa memanfaatkan teknologi untuk mendukung kegiatan usaha.
Langkah tersebut sekaligus diharapkan dapat membantu menjaga keberlanjutan kerajinan tradisional masyarakat, sembari membuka peluang agar produk lokal Desa Lembung Timur dikenal lebih luas di tengah perkembangan ekonomi digital