8 Agustus 2026
Mahmudi
Lewat CERDAS Desa, KKN Posko 13 Wiraraja Edukasi Siswa tentang Bahaya Bullying
Sumenep – KKN Posko 13 Tahun 2026 Universitas Wiraraja melalui program unggulan CERDAS Desa (Cerdas, Edukatif, Religius, Disiplin, dan Santun) menggelar sosialisasi Stop Bullying bagi siswa kelas 5 dan 6 MI Tarbiyatus Shibyan, Desa Lembung Timur.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu, 8 Agustus 2026, sebagai bagian dari upaya KKN Posko 13 dalam menanamkan nilai karakter, empati, dan sikap saling menghargai sejak dini.
Program CERDAS Desa dirancang sebagai salah satu program unggulan KKN Posko 13 Universitas Wiraraja yang berfokus pada pembentukan karakter sekaligus pengembangan potensi anak. Edukasi tentang bullying menjadi salah satu bentuk nyata dari program tersebut.
Dalam sosialisasi, para siswa dikenalkan dengan berbagai bentuk bullying, mulai dari tindakan fisik, verbal, sosial, hingga perundungan di dunia maya atau cyberbullying. Siswa juga diberikan pemahaman bahwa bullying bukan sekadar candaan karena dapat berdampak pada kondisi psikologis, prestasi belajar, serta hubungan sosial korban.
Materi juga membahas sejumlah tanda yang perlu diperhatikan ketika seseorang diduga menjadi korban bullying. Di antaranya perubahan perilaku, kecemasan, enggan berangkat sekolah, cedera yang tidak jelas penyebabnya, hingga menurunnya prestasi akademik.
Penyampaian materi dikemas secara interaktif agar mudah dipahami peserta didik. Selain menggunakan video, siswa diajak melakukan butterfly hug dan memberikan afirmasi positif sebagai bentuk penguatan terhadap diri sendiri.
Para siswa juga diberi kesempatan menuliskan cerita atau pengalaman yang pernah mereka alami. Beberapa peserta kemudian secara sukarela membagikan ceritanya di hadapan teman-teman.
Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi siswa untuk belajar berani berbicara, mendengarkan pengalaman orang lain, serta membangun empati dan kepedulian terhadap sesama.
Tim FKIP KKN Posko 13 Universitas Wiraraja menekankan bahwa pencegahan bullying membutuhkan keterlibatan bersama, baik siswa, guru, maupun lingkungan sekolah.
“Bullying adalah tanggung jawab bersama. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan inklusif. Setiap tindakan bullying harus segera ditindaklanjuti dan peserta didik perlu terus dididik mengenai pentingnya saling menghormati.”
Melalui program CERDAS Desa, KKN Posko 13 Universitas Wiraraja berharap edukasi tersebut tidak berhenti pada pemahaman tentang bullying, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Para siswa diharapkan mampu berani mengatakan tidak terhadap bullying, peduli terhadap teman, serta ikut menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan saling menghormati.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu, 8 Agustus 2026, sebagai bagian dari upaya KKN Posko 13 dalam menanamkan nilai karakter, empati, dan sikap saling menghargai sejak dini.
Program CERDAS Desa dirancang sebagai salah satu program unggulan KKN Posko 13 Universitas Wiraraja yang berfokus pada pembentukan karakter sekaligus pengembangan potensi anak. Edukasi tentang bullying menjadi salah satu bentuk nyata dari program tersebut.
Dalam sosialisasi, para siswa dikenalkan dengan berbagai bentuk bullying, mulai dari tindakan fisik, verbal, sosial, hingga perundungan di dunia maya atau cyberbullying. Siswa juga diberikan pemahaman bahwa bullying bukan sekadar candaan karena dapat berdampak pada kondisi psikologis, prestasi belajar, serta hubungan sosial korban.
Materi juga membahas sejumlah tanda yang perlu diperhatikan ketika seseorang diduga menjadi korban bullying. Di antaranya perubahan perilaku, kecemasan, enggan berangkat sekolah, cedera yang tidak jelas penyebabnya, hingga menurunnya prestasi akademik.
Penyampaian materi dikemas secara interaktif agar mudah dipahami peserta didik. Selain menggunakan video, siswa diajak melakukan butterfly hug dan memberikan afirmasi positif sebagai bentuk penguatan terhadap diri sendiri.
Para siswa juga diberi kesempatan menuliskan cerita atau pengalaman yang pernah mereka alami. Beberapa peserta kemudian secara sukarela membagikan ceritanya di hadapan teman-teman.
Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi siswa untuk belajar berani berbicara, mendengarkan pengalaman orang lain, serta membangun empati dan kepedulian terhadap sesama.
Tim FKIP KKN Posko 13 Universitas Wiraraja menekankan bahwa pencegahan bullying membutuhkan keterlibatan bersama, baik siswa, guru, maupun lingkungan sekolah.
“Bullying adalah tanggung jawab bersama. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan inklusif. Setiap tindakan bullying harus segera ditindaklanjuti dan peserta didik perlu terus dididik mengenai pentingnya saling menghormati.”
Melalui program CERDAS Desa, KKN Posko 13 Universitas Wiraraja berharap edukasi tersebut tidak berhenti pada pemahaman tentang bullying, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Para siswa diharapkan mampu berani mengatakan tidak terhadap bullying, peduli terhadap teman, serta ikut menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan saling menghormati.